Senin, 02 September 2019

TUGAS KELAS X IPS_LHO

MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
TUGAS KELAS X IPS

1. Buatlah teks LHO dengan memperhatikan struktur penulisan dan kaidah kebahasaan!
2. Publikasikan secara lengkap dan utuh di blog Anda masing-masing!
3. Berikan komentar berupa judul teks LHO mu di halaman tugas di bawah ini, agar mudah dalam pengecekkan!
4. Sertakan nama lengkap dan nomor presensi!
5. Penulisan huruf kapital dan tanda baca harus diperhatikan!

29 komentar:

  1. Tari Tradisional
    (Tari Rampak Buto/ Gedruk)




    NAMA : SILVI TRYAN DHIKA
    KELAS : X IPS
    NO : 24


    Tari rampak buto / gedruk kesenian yang disebut gedruk merupakan satu babak kesenian jathilan . Tari gedruk dimainkan dari sekelompok yang berkostum dan topeng buto.
    Penarianya cukup mudah dengan menghentak – hentakan kaki ke tanah dan diiringi lagu tradisional yang membuat kesenian ini lebih istimewa.
    Seseorang pegiat seni rampak buto sering disebut bongge , tari ini menggambarkan kisah dari ramayana tentang sang buto yang marah atau bisa di ceritakan pula sebagai kelincahan sang buto .
    Biasanya dalam saya menarikan tarian buto ini saya menggunakan berbagai macam perlengkapan aksesoris yaitu seperti ini :

    BalasHapus
  2. LAPORAN HASIL OBSERVASI
    ANGLO
    Oleh : Vinsensia Apriliana Crisindi / X IPS /27

    Anglo adalah jenis alat memasak. Anglo juga disebut tungku yang terbuat dari tanah liat. Alat memasak ini masih sering digunakan oleh masyarakat Jawa hingga saat ini,walaupun jumlah penggunaannya terus berkurang.
    Namun,para pedangan makanan mulai warung angkringan,bakmi,soto,hingga gudeg banyak yang masih menggunakan “kompor tanah” itu. Para pedagang yang tetap menggunakan angklo punya alasan yakni untuk mempertahankan cita rasa masakannya yang khas. Mereka khawatir jika menggunakan alat memasak lain akan mempengaruhi rasa masakannya.
    Anglo dibuat secara tradisional oleh perajin gerabah, yang hingga saat ini masih banyak dijumpai di sejumlah desa di Jawa. Mereka memproduksi anglo dan peralatan memasak lain dari gerabah biasannya mewarisinya secara turun-menurun. Anglo dari peralatan memasak tradisional lainnya, hingga kini juga masih dijual di pasar-pasar tradisional.
    Bentuk tubuh anglo biasannya berbentuk silinder. Bagian atas berbentuk bundar,dan ada bagian yang menonjol di tiga tempat yang berfungsi sebagai landasan alat memasak (kwali,panci). Di sela-sela bagian yang menonjol itu berfungsi sebagai ruang bagi aliran udara dan api dari lubang bawah.
    Ukuran anglo bermacam-macam, ada yang besar dan kecil, disesuaikan dengan alat tempat masak. Ada ukuran anglo dengan tinggi badan 21 cm, lingkar tengah 28 cm dan lebar mulut anglo 11 cm. Ada juga yang berukuran lebih kecil dan besar. Untuk memasak malam, yaitu bahan dalam proses membatik, membakar dupa atau lainnya, biasanya memakai anglo ukuran kecil. Untuk memasak dengan memakai kwali, tentu perlu menggunakan anglo ukuran besar.
    Di bagian tengah (tempat bara api) ada lubang-lubang yang disebut sarangan anglo. Fungsi lubang itu untuk aliran udara yang dikipaskan dari lubang bagian bawah. Di bagian samping bawah ada satu lubang besar yang disebut mulut anglo. Apabila lubang ini dikipasi,maka udara akan masuk lewat lubang sarangan,naik ke atas ke tempat bara api,sehingga bara api akan menyala dan memanasi barang yang diletakkan di atas bara api.
    Anglo menggunakan bahan bakar khusus berupa arang,yang bisa dibeli dari perajin arang/pedagang arang. Arang berwarna hitam yang terbuat dari kayu-kayu yang dibakar dan mengalami proses pendinginan. Arang yang baik untuk bahan bakar anglo biasanya terbuat dari kayu-kayu keras,seperti kayu asem,kayu mlanding,maoni,dan sebagainya. Dianggap arang baik karena bara apinya bisa bertahan lama dan tidak mudah menjadi abu.
    Kelebihan lainnya penggunaan anglo, adalah ketika bara api telah menyala stabil, bisa ditinggal dan “disambi” mengerjakan pekerjaan lain, seperti “memarut” (mengukur kelapa), mengiris bumbu dan lainnya. Baru ketika arang sudah banyak menjadi abu, bisa ditambah lagi dengan arang. Jika masih ada nyala bara api, biasanya tidak perlu dikipasi lagi. Sesaat kemudian, arang sudah akan terbakar sendiri.
    Anglo hanya meninggalkan sedikit abu yang berada di dasar anglo. Jika sudah banyak, abu tersebut biasanya diambil dan dibuang di luar dapur atau halaman rumah. Sementara sebelum menjadi abu, arang biasanya dibakar dengan bantuan “blarak” (daun kelapa kering), “sepet” (sabut kelapa) kering, kertas, atau bahkan tetesan minyak tanah. Bahan-bahan tersebut dinyalakan dengan api kemudian membakar arang-arang dalam anglo. Sembari dikipasi, tidak lama kemudian arang akan menyala dan akan menjadi “mawa” (bara api) yang dapat memanaskan barang yang berada di atas anglo.
    Namun masyarakat juga harus hati-hati menggunakan anglo. Alat memasak yang berada di atas anglo harus disesuaikan dengan besarnya anglo. Sebab, jika tidak seimbang, artinya alat memasak yang berada di atas anglo terlalu berat bebannya sehingga akan memudahkan anglo retak. Jika anglo sudah retak, maka tidak bisa direkatkan lagi dan artinya harus membeli baru. Kalau tidak waspada, bisa jadi saat memasak dengan beban terlalu berat dan kondisi anglo retak, alat masak yang ada di atasnya akan terguling.










    BalasHapus
  3. HASIL OBSERVASI
    September 03, 2019
    Laporan Hasil Observasi
    Oleh:
    Elisabeth Dhea Destari
    X IPS
    6

    PENDAHULUAN :

    SAYA DISINI AKAN MENJELASKAN BEBERAPA PENGERTIAN DARI TARI TARIAN
    TARI TERSEBUT IALAH TARI KECAK DAN TARI MERAK. DIDALAM LAPORAN SAYA INI TERDAPAT PERNYATAAN UMUM, DESKRIPSI BAGIAN, DAN DESKRIPSI MANFAAT


    1.TARI KECAK
    Tari kecak adalah salah satu tarian tradisional Bali yang menjadi daya tarik kebudayaan dari Bali. Tari kecak dimainkan oleh penari laki laki dalam jumlah yang banyak. Tari ini menggambarkan cerita perwayangan Ramayana dengan gerakan yang sederhana dan tanpa diiringi dengan alat musik apapun kecuali suara 'cak-cak-cak' yang disuarakan oleh para pemain.

    SCENE PERTAMA :
    Cerita dalam Tari Kecak terdiri dari lima bagian. Bagian pertama bercerita tentang perjalanan Rama dan Shinta di hutan dan bertemu dengan kijang emas. Bagian ini diakhiri dengan penculikan Shinta oleh Rahwana yang kemudian dibawa ke Alengka. Bagian kedua bercerita tentang kemunculan Hanoman sebangai utusan Rama dan Hanoman yang mengamuk di Kerajaan Alengka. Bagian ketida bercerita tentang Rama yang datang menyelamatkan Shinta tetapi Rama kalah. Kemudian Rama diselamatkan oleh seekor burung garuda. Bagian keempat bercerita tentang pertempuran Rama dan Rahwana. Bagian terakhir bercerita tentang kemenangan Rama.

    SCENE KEDUA :
    Kostum atau busana khususn Tari Kecak menyesuaikan dengan lakon yang diperankannya. Kostum para penari hampir mirip dengan gaya khas Bali. Para pengiring hanya mengenakan celana hitam dan kain bermotif kotak kotak berwarna hitam putih,dengan bunga yang diselipkan di salah satu telinga mereka. Selain bunga, dan topeng. Ada tiga topeng yang dikenakan oleh pemain utama, yaitu topeng Sugriwa,Hanoman, dan Rahwana.

    MANFAAT :

    1.Tari sebagai upacara. Fungsi tari sebagai sarana upacar merupakan bagian dari tradisi yang ada
    dalam suatu kehidupan masyarakat yang bersifat turun temurun dari generasi ke generasi
    berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual.
    2.Tari sebagai sarana hiburan salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton
    Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan tari
    sebagai sarana pertunjukkan tari pertunjukkan adalah bentuk komunikasi sehingga ada
    penyampai pesan dan penerima.

    ASAL MULA NAMA KECAK

    Wayan Limbak merupakan sosok yang menciptakan Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata ‘cak cak cak’. Dari situlah nama Kecak tercipta. Selain teriakan tersebut, alunan musik Tari Kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.Di dalam lingkaran, para penari lainnnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut.

    BalasHapus
  4. TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BENDA SEJARAH
    Oleh : Desi Putri Wulandari / X IPS /04

    KERIS adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.
    Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya. Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatra, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan. Asal usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah "keris" telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Namun diperkirakan asal mula penyebutan kata "keris" merupakan singkatan bahasa Jawa dari "Mlungker-mlungker kang bisa ngiris", dalam bahasa Indonesia berarti "(Benda) berliku-liku yang bisa mengiris/membelah (sesuatu)". Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan didasarkan pada analisis figur di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara. Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Penempatan keris di depan dapat diartikan sebagai kesediaan untuk bertarung. Selain itu, terkait dengan fungsi, sarung keris Jawa juga memiliki variasi utama: gayaman dan ladrang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan dalam upacara-upacara kebesaran.
    Logam dasar yang digunakan dalam pembuatan keris ada dua macam logam adalah logam besi dan logam pamor, sedangkan pesi keris terbuat dari baja. Untuk membuatnya ringan para Empu selalu memadukan bahan dasar ini dengan logam lain. Keris masa kini (nèm-nèman, dibuat sejak abad ke-20) biasanya memakai logam pamor nikel. Keris masa lalu (keris kuna) yang baik memiliki logam pamor dari batu meteorit yang diketahui memiliki kandungan titanium yang tinggi, di samping nikel, kobal, perak, timah putih, kromium, antimonium, dan tembaga. Batu meteorit yang terkenal adalah meteorit Prambanan, yang pernah jatuh pada abad ke-19 di kompleks percandian Prambanan. Perawatan keris dalam tradisi Jawa dilakukan setiap tahun, biasanya pada bulan Muharram/Sura, meskipun hal ini bukan keharusan. Istilah perawatan keris adalah "memandikan" keris, meskipun yang dilakukan sebenarnya adalah membuang minyak pewangi lama dan karat pada bilah keris, biasanya dengan cairan asam (secara tradisional menggunakan air buah kelapa, hancuran buah mengkudu, atau perasan jeruk nipis). Bilah yang telah dibersihkan kemudian diberi warangan bila perlu untuk mempertegas pamor, dibersihkan kembali, dan kemudian diberi minyak pewangi untuk melindungi bilah keris dari karat baru. Minyak pewangi ini secara tradisional menggunakan minyak melati atau minyak cendana yang diencerkan pada minyak kelapa.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. LAPORAN HASIL OBSERVASI
    TARI KIPAS PAKARENA
    OLEH : ERINA SAVITRI/X-IPS/08

    Tari kipas pakarena

    Tari Kipas Pakarena merupakan ekspresi kesenian masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosi pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.

    Tidak ada yang tahu persis sejarah tarian ini. Namun menurut mitos, tarian Pakarena berawal dari kisah perpisahan antara penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (Bumi) pada zaman dahulu. Konon sebelum berpisah, penghuni boting langi sempat mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup, bercocok tanam, beternak, dan berburu kepada penghuni lino, melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Selanjutnya, gerakan-gerakan itu pula yang dipakai penghuni limo sebagai ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi.

    Ekspresi kelembutan akan banyak terlihat dalam gerakan tarian ini, mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh dan hormat terhadap laki-laki pada umumnya, khususnya terhadap suami. Tarian ini sebenarnya terbagi dalam 12 bagian, meski agak susah dibedakan oleh orang awam karena pola gerakan pada satu bagian cenderung mirip dengan bagian lainnya. Tapi setiap pola mempunyai maknanya sendiri. Seperti gerakan duduk yang menjadi tanda awal dan akhir pementasan tarian Pakarena. Gerakan berputar searah jarum jam melambangkan siklus hidup manusia. Sementara gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas.

    Tarian Kipas Pakarena memiliki aturan yang cukup unik, di mana penarinya tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar, sementara gerakan kakinya tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Tarian ini biasanya berlangsung selama sekitar dua jam, jadi penarinya dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima.

    Sementara itu, tabuhan Gandrang Pakarena yang disambut dengan bunyi tuip-tuip atau seruling akan mengiringi gerakan penari. Gemuruh hentakan Gandrang Pakarena yang berfungi sebagai pengatur irama dianggap sebagai cermin dari watak kaum lelaki Sulawesi Selatan yang keras. Sebagai pengatur irama musik pengiring, pemain Gandrang harus paham dengan gerakan tarian Pakarena. Kelompok pemusik yang mengiringi tarian ini biasanya berjumlah tujuh orang, dan dikenal dengan istilah Gondrong Rinci.

    Tidak hanya penari saja yang bergerak, penabuh gandrang juga ikut menggerakkan bagian tubuhnya, terutama kepala. Ada dua jenis pukulan yang dikenal dalam menabuh gandrang, yaitu menggunakan stik atau bambawa yang terbuat dari tanduk kerbau, dan menggunakan tangan.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. LAPORAN HASIL OBSERVASI

    NAMA = ADAM SINGGIH WIBOWO
    NOMER ABSEN = 001
    KELAS = 10 IPS

    REOG PONOROGO

    Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok Warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu bukti budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
    Reog Ponorogo merupakan kesenian dan tradisi dari Jawa Timur yang merupakan seni tari yang dibawakan oleh beberapa orang pemain dengan penari inti menggunakan topeng kepala singa yang diatasnya terdapat makota bulu-bulu merak dengan berat topeng bisa mencapai 50 kg.Yang unik dari Topeng singa Reog Ponorogo ini adalah bawa penari yang membawa topeng seberat 50 kg tersebut mengandalkan kekuatan gigi.
    Seni Reog Ponorogo terdiri dari 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran.
    Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.

    Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

    BalasHapus
  9. TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
    OLEH : WAHYU TRI UTAMI/X-IPS/28

    GAMELAN

    Gamelan adalah ansambel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang dibunyikan bersama.

    Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa. Musik yang tercipta pada Gamelan Jawa berasal dari paduan bunyi gong, kenong, dan alat music Jawa lainnya. Gamelan Jawa berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Perbedaan itu wajar, karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya. Adanya perbedaan gamelan Jawa, Bali, ataupun Sunda mengindikasikan bahwa masing-masing daerah memiliki pandangan hidup dan budaya sehingga berpengaruh pada gamelannya.

    Gamelan merupakan salah satu unsur penting dalam dunia pewayangan. Selain itu, gamelan juga digunakan sebagai pengiring upacara adat, acara pernikahan, dan lain-lain. Namun, seiring perkembangan zaman, orkes gamelan mulai dilupakan, terutama oleh generasi-generasi muda.Mereka berpikir bahwa orkes gamelan sangatlah kuno dan tidak menarik.

    Pada era modern ini,kita sebagai anak muda seharusnya turut serta dalam melestarikan budaya Indonesia.Untuk menarik minat anak muda,orkes gamelan dapat dikembangkan ke dalam musik-musik yang sedang trend saat ini,seperti musik pop.Dengan begitu,anak-anak muda mulai merasa bahwa orkes gamelan ini juga bisa kekinian dengan mengikuti perkembangan jaman.Selama ini,orkes gamelan menggunakan bahasa dan lagu-lagu jawa yang sulit dimengerti untuk seluruh kalangan,terutama kalangan non-jawa. Inovasi orkes gamelan menggunakan bahasa dan lagu-lagu terkini perlu dikembangkan untuk menarik minat anak muda Indonesia untuk mempelajari orkes gamelan.Selain itu, orkes gamelan mungkin bisa dipadu-padankan oleh instrumen lain seperti gitar,piano,drum dan instrumen lain.Sehingga generasi muda akan berpikir bahwa alunan nada yang dihasilkan oleh orkes gamelan tidak kalah bagus oleh alunan nada dari instrumen lain dan membuat mereka tertarik untuk belajar serta melestarikan Gamelan ini.

    BalasHapus
  10. Laporan Hasil Observasi

    Nama : Maria Angel Lita
    Kelas : x-IPS
    No. : 13

    Tari Piring

    Tari Piring merupakan salah satu kesenian Minangkabau yang masih banyak kita jumpai di Sumatra Barat. Pada zaman dahulu kehadiran piring-piring bagi masyarakat Minangkabau merupakan suatu hal yang unik. Rasa penasaran dan keingintahuan masyarakat Minangkabau terhadap sebuah benda yang baru dilihatnya menjadikan sebuah inspirasi untuk dijadikan alat-alat atau properti lain di luar alat untuk makan. Tari Piring ini merupakan tarian khas atau tarian yang berasal dari tanah Minangkabau yang sudah terkenal seantero dunia akan keindahan tarian dan keunikannya. Keunikan tarian ini yang beda dengan tarian-tarian yang lain merupakan unsur yang membuat para penonton tarian ini berdecak kagum.

    Tari Piring atau di dalam bahasa Minangkabau disebut dengan sebutan Tari Piriang adalah salah satu seni tarian tradisional dari Minangkabau, yang tepatnya berasal dari kota Solok, Prov. Sumatra Barat. Tarian ini ditarikan dengan menyertakan piring sebagai alat atau media utama dalam menarikannya. Kemudian piring-piring tersebut diayunkan dengan gerakan yang cepat dan teratur tanpa terlepas dari cengkaraman tangan. Tari Piring adalah sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam paduan tari dalam gerakan dasar tari piring terdapat langkah-langkah silat Minangkabau atau Siek.

    Sejarah dan asal-usul Tari Piring berawal dari rasa penasaran masyarakat Minangkabau terhadap benda yang baru muncul menjadikan keingintahuannya itu sebagai sebuah sumber inspirasi untuk dijadikan alat lain di luar daripada alat untuk makan. Keberadaan piring porselen yang didatangkan dari Cina ini dipilih sebagai properti yang terpenting dari tari piring karena disain piringnya yang indah dan memiliki nilai estetis. Gerak-gerakan tari pada desain gerak spiral memunculkan kesan estetis untuk keseluruhan gerak yang sudah dihasilkan. Bukan hanya gerak spiral pada tarian ini, tapi terdapat juga gerak-gerakan akrobatik yang bisa menambah kesan estetis dalam gerakan tari piring. Contohnya gerak manijak baro.

    Tarian piring ini diciptakan oleh seniman Huriah Adam sebagai seniman terkenal dari Minangkabau. Seniman ini sudah banyak menghasilkan atau menciptakan jenis-jenis dari gerakan tari yang indah dan juga terkenal sampai saat ini di bumi Minangkabau. Tari Piring ini memiliki makna nilai transendental yang tergambarkan pada saat pelaksanaan tata cara tari piring. Piring-piring itu disusun di atas yang mana menunjukkan simbol yang ditunjukkan ke arah tuhan, selain itu tari piring ini juga sebagai simbol rasa ucap syukur kepada tuhan.

    Tari piring sendiri memiliki cukup beragam tarian. Akan tetapi, pada umumnya tarian tari piring dari Minangkabau ini ditampilkan pada upacara adat, semisal pengangkatan penghulu, khitanan, upacara pesta pernikahan dan juga upacara setelah masyarakat selesai memanen semua padi sebagai hasil buminya. Hanya orang-orang yang mampu sajalah yang bisa melaksanakan acara ini atau orang yang berhasil panen besar dengan baik.

    Upacara Tari Piring ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat terhadap Allah subhanallahu wa ta’ala yang telah menganugerahkan rahmat dan rizki sehingga panen saat itu melimpah. Ada pula yang mempercayai mitos orang zaman dahulu yaitu mereka akan mengucapkan rasa syukurnya kepada dewi padi yang disebutnya dengan “Sanig Sri”

    Dalam perkembangannya, pagelaran tari piring tidak cuma dipertunjukkan pada upacara adat saja melainkan juga ditampilkan untuk membuat meriah hari-hari besar lainnya, semisal peringatan hari kemerdekaan Indonesia, festival, pameran, dan juga di pertunjukkan untuk menyambut tamu-tamu agung.

    BalasHapus
  11. Reog Ponorogo
    Oleh:Puput natalia/17

    Reog adalah salah satu seni budaya
    yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal reog sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukan. Reog adalah salah satu budaya daerah di indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.


    Ada lima versi cerita yang berkembang
    di masyarakat tentang asal-usul reog dan warok, salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi,Raja Majapahit terakir yang berkuasa pada abad-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri Raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok, ia juga mutka terhadap rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia melihat bahwa kerjaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan Kerajaan Majapahit dan mendirikan perguruan seni bela diri, ilmu kekebalan diri, ilmu kesempurnaan yang diajarkan terhadap anak-anak muda agar menjadi bibit pendiri Kerajaan Majapahit,tapi ia sadar bahwa pasukan nya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni reog

    Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo
    adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar Putri Kediri , Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan di cegat oleh Raja Singabarong dari Kediri.
    Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa,sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo, Raja kelono dan wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok(pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya)dan warok ini memiliki ilmu mematikan . Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo,dengan mengadu ilmu hitam antar keduanya ,para penari dalam keadaan kerasukan saat mementaskan tariannya.

    Reog Ponorogo terdiri dari beberapa
    rangkain 2 sampai 3 tarian pembuka.tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam,dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa pemberani.lalu tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Tarian pembuka lainnya bisanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawa adegan lucu yang disebut Bujang Ganong/Ganongan. Tarian inti tergantung reog dalam acara apa, jika dalam upacara pernikahan biasanya yang di tampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan atau sunatan biasanya yang ditampilkan adegan pendekar. Tarian penutup adalah singa barong dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng dari bulu burung merak mencapai 50-60 kg.Topeng berat ini dibawa penari dengan gigi.
    Hingga saat ini masyarakat Ponorogo
    hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang kaya dan tetap bisa dilestarikan oleh anak- anak muda indonesia sebagai salah satu wariasan budaya indonesia.

    BalasHapus
  12. NAMA : SEFANYA LATUTIAN
    KELAS: X-IPS / 22
    JUDUL: TARI GAMBYONG

    TARI GAMBYONG
    Oleh : Sefanya Latutian / X-IPS / 22

    Gambyong merupakan salah satu bentuk tarian jawa klasik yang berasal mula dari Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia yang biasanya dibawakan untuk pertunjukan atau menyambut tamu.
    Gambyong bukan hanya satu tarian saja, namun terdiri dari bermacam – macam koreografi, yang paling dikenal adalah Tari Gambyong Pareanom dan Tari Gambyong Pangkur. Meskipun memiliki banyak macam tetapi pada dasarnya memiliki gerakan yang sama, yaitu gerakan Tarian Tayub.
    Pada dasarnya Gambyong dibawakan oleh penari tunggal, namun sekarang lebih sering dibawakan oleh beberapa penari dengan menambahkan unsur blocking panggung, sehingga melibatkan garis dan gerak yang serba besar.

    Nama Gambyong sendiri sebenarnya berasal dari nama seorang penari terkenal pada masa itu, yaitu Sri Gambyong. Sri Gambyong memiliki suara yang sangat indah dan juga kelincahan menarinya yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Sehingga semua masyarakat di wilayah Surakarta pada masa itu mengenal dia.
    Atas perintah dari Sinuhun Paku Buwono IV yang pada waktu itu memerintah daerah Surakarta. Sri Gambyong diizinkan menyelenggarakan pementasan dilingkungan kraton Surakarta. Sejak saat itulah tarian ini dinamakan sebagai tari Gambyong.
    Sebelum dari pihak Keraton Surakarta mengubah dan mempatenkan struktur gerakannya, Tarian Gambyong ini sebenarnya merupakan tarian rakyat yang digunakan sebagai acara ritual sebelum bercocok tanam. Dewi panen digambarkan sebagai penari yang menari - nari dengan indah, tujuannya supaya tanaman yang sudah masyarakat tanam diberi kesuburan dan menjadi panen yang melimpah. Setelah masuk ke lingkungan Keraton, Tarian Gambyong ini suka dijadikan sebagai tarian penghibur dan menyambutan tamu kehormatan.

    Gerakan Tarian Gambyong lebih berpusat pada gerakan kepala, tubuh, tangan, dan kaki. Untuk gerakan dasarnya yang menjadi ciri khas tarian ini adalah gerakan kepala dan tangan,
    pandangan para penari sering melihat jari tangan seiring dengan gerakan tangannya. Pada gerakan kaki bergerak secara harmonis mengikuti alunan musik pengiring, dengan gerakan yang bertempo lambat, para penari mulai menari dengan lemah gemulai yang menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita. Pada penampilannya, Tari Gambyong terdiri dari tiga bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), gerakan penutup (mundur beksan). Beberapa pengembangan dan inovasi-inovasi baru terus dilakukan, hingga menghasilkan beberapa jenis Tarian Gambyong seperti Gambyong Sala Minulya, Gambyong Ayun-Ayun, Gambyong Gambirsawit, Gambyong Dewandaru, Gambyong Mudhatama, Gambyong Pangkur, dan Gambyong Campursari.

    Tarian gambyong ini biasanya diiringi musik Tembang Jawa dan Gamelan. Kendang, Gong, Gambang, dan Kenong, akan selalu dimainkan bersamaan dengan gerak para penari Gambyong. Dari semua alat musik tadi, kendanglah yang menjadi paling istimewa. Pakaian yang dikenakan lebih berfokus pada warna kuning dan warna hijau, hal ini sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan dari pertanian mereka. Sebelum tarian dimulai, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Gerakan, pola kendangan dan irama iringan tari mampu menampilkan karakter tari yang luwes, kenes, kewes, dan tregel.

    Dengan ini kita dapat menyimpulkan bahwa pada dasarnya manfaat Tari Gambyong dalam masyarakat dulunya adalah sebagai hiburan bagi Sinuhun Paku Buwono keenam, dan penyambutan tamu tamu kehormatan yang datang ke keraton. Sedangkan sekarang, berkembang sebagi hiburan pertunjukan bagi masyarakat luas.

    BalasHapus
  13. Nama :Aurelia Betasya Ayudya Putri
    No :03
    Kelas : X lps
    'KERONCONG'
    Musik Keroncong adalah musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis alat musik portugis dan dikenal sebagai "fado".Keroncong berawal dari musik yang dibawa pedagang dan pelaut Portugus, ketika mereka tiba di Nusantara mulai abad ke 16 M (tahun 1500an). Musik keroncong ini dikembangkan dari alat musiknya, terutama terlihat dari pengaruh ukulele dan gitar yang berasal dari alat musik Portugis yang disebut braquinha.
    Awalnya musik ini dimainkan oleh kalangan bawah, seperti para budak dan buruh yang bekerja pada orang Portugis. Perkembangan keroncong ini bisa terlihat dari pusat keroncong di wilayah Tugu, Jakarta. Penduduk wilayah ini dulunya kebanyakan adalah orang Mardijker, yaitu keturunan budak Portugis yang banyak mengadaptasi budaya Portugis. Keroncong Tugu menjadi jenis keroncong yang sangat populer pada masa penjajahan.
    Lama kelamaan musik keroncong kaum kalangan atas seperti para penjajah Belanda dan orang Indo (campuran Belanda dan Indonesia) menjadi populer. Keroncong juga dahulu popular di kalangan penduduk asli Indonesia. Di kalangan priyayo, keroncong yang popular adalah yang menggabungkan pengaruh musik gamelan, yang disebut dengan keroncong Langgam Jawa. Namun kepopuleran keroncong mulai meredum sejak tahun 1960an, seiring dengan masuknya pengaruh musik barat kontemporer seperti pop dan rock. Alat musik yang dipakai di keroncong meliputi seruling, biola, cello, contrabass, cuk (ukulele dengan senar nilon), cak (Ukulele dengan senar logam), gitar, dan vokalis. Keroncong versi modern bisa menambahkan instrumen lain seperti saksofon dan keyboard
    Keroncong berkembang dari Tempo Doeloe (1880-1920) sampai dengan Tempo Modern (1959-sekarang).
    KERONCONG TEMPO DOELOE (1880-1920)
    Berlangsung sejak kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia sekitar tahun 1600-an tetapi baru berkembang sebagai Musik Keroncong pada akhir Abad XIX (ditemukan Ukulele di Hawai pada tahun 1879 hingga sekitar setelah Perang Dunia I (sekitar 1920).
    KERONCONG ABADI (1920 - 1959)
    Berlangsung sejak setelah Perang Dunia I (1920) hingga setelah Kemerdekaan (1959).

    KERONCONG MODERN (1959-sekarang)
    Pada tahun 1959 Yayasan Tetap Segar Jakarta pimpinan Brijen Sofyar memperkenalkan KERONCONG POP atau KERONCONG BEAT, yaitu sejalan dengan perkembangan musik pop pada waktu itu dengan pengaruh ROCK 'n ROLL dan BEATLES
    Contoh lagu keroncong adalah Bengawan solo(karya Gesang)dan Banyu langit(karya Didi Kempot). Keroncong memiliki berbagai jenis diantaranya ada Keroncong Asli, Langgam, Stambul, dan Lagu Ekstra.
    Keroncong Asli biasanya hanya dinyanyikan dua kali dalam setiap penampilan. Langgam biasanya juga hanya dimainkan sebanyak dua kali, namun pada pengulangan ke dua dimainkan secara instrumental. Stambul jenis ini memiliki dua bentuk yaitu Stambul 1(berbentuk vokal dan instrumen yang saling bersautan) dan Stambul 3(bagina intro merupakan improvisasi). Lagu ekstra memiliki sifat merayu , riang, gembira serta jenaka. Lagu ekstra sangat terpengaruh oleh lagu-lagu tradisional. Musik keroncong modern biasanya mengunakan lagu lagu yang sedang di senangi olah masyarakat saat itu.
    Keroncong juga memiliki berbagai fungsi contohnya adalah fungsi pendidikan, fungsi hiburan, dan fungsi sosial. Fungsi pendidikan keroncong adalah untuk media informasi melalui syair/liriknya. Fungsi hiburan adalah upayah untuk melapaskan ketangangan setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Fungsi sosial dapat dilihat dari fungsi lagu-lagu keroncong yang dinyanyikan untuk kepentingan sosial dalam masyarakat.
    Manfaat mendengarkan musik keroncong adalah untuk menghargai peninggalan sejarah/mendengarkan irama masa lalu, dan dapat menambahkan rasa cinta pada tanah air, dan mendengarkan dapat membuat hati menjadi lebih tenang/adem.

    BalasHapus
  14. https://joanapenta14.blogspot.com/2019/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

    BalasHapus
  15. Nama: Sesilia ilen

    kelas : X IPS 1

    No.absen: 23




    Laporan hasil observasi tentang angklung



    Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

    Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010

    Asal-usul angklung





    Tidak ada petunjuk akan sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.

    Catatan mengenai angklung yang baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu seperti angklung berdasar pada pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi.

    Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu ater (awi temen), yang jika mengering berwarna kuning keputihan. Tiap nada dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah tiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

    Di antara fungsi angklung yang dikenal oleh masyarakat Sunda sejak masa kerajaan Sunda adalah sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak pada waktu itu.

    Selanjutnya, lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana, dan kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan Seren Taun dipersembahkan permainan angklung. Pada penyajian angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong, Dongdang, dan Jampana (usungan pangan) juga sebagainya.

    BalasHapus
  16. Tugas Laporan Hasil Observasi



    Tari Kecak

    Oleh:Renovan/X-IPS/19



    Tari Kecak



    Tarian yang sakral Tari Kecak biasa disebut Tari Cak atau Tari Api. Tarian ini merupakan tarian pertunjukkan hiburan masal yang menggambarkan seni peran dan tidak di iringi alat musik atau gamelan. Namun, hanya diringi oleh paduan suara sekelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 70 orang yang berbaris melingkar memakai kain penutup kotak-kotak berbentuk papan catur. Tarian ini sangat sakral, Terilhat dari penarinya yang terbakar api namun mengalami kekebalan dan tidak terbakar.









    Tari Kecak juga sering di sebut Tari Sanghyang yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kerasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang telah disucikan. Penari tersebut dijadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.





    ASAL MULA NAMA KECAK



    Wayan Limbak merupakan sosok pencipta Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata 'cak cak cak'. Dari situlah nama Kecak tercipta. selain teriakkan tersebut, alunan musik tari kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki sang penari pemeran tokoh Ramayana.





    Di dalam lingkaran, para penari lainnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut.



    Memiliki Banyak Fungsi dan Pesan Moral

    Mengandung Nilai Seni Tinggi



    Meskipun tidak diiringi musik atau gamelan, tapi Tari Kecak tetap terlihat indah dan kompak. Gerakan para penari yang tetap seirama itulah yang membuatnya berinlai seni tinggi dan dicintai oleh para turis.



    Belajar Mengandalkan Kekuatan Tuhan



    Di Tari Kecak, ada adegan dimana Rama meminta pertolongan pada Dewata. Hal itu membuktikan bahwa Rama mempercayai kekuatan Tuhan untuk menolong dirinya. Tari Kecak juga dipercaya sebagai salah satu ritual untuk memanggil Dewi yang bisa mengusir penyakit dan melindungi warga dari kekuatan jahat.



    Banyak Pesan Moral



    Tari Kecak memiliki cerita mendalam dan menyampaikan pesan moral untuk penontonnya. seperti, kesetiaan Shinta kepada suaminya Rama. Juga Burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menyelamatkan Shinta dari cengkraman Rahwana.



    Pernah Mendapat Rekor MURI



    Pada tanggal 25 Februari 2018 kemarin, Tari Kecak juga sempat mendapatkan penghargaan dari MURI (Musemu Rekor Dunia Indonesia) karena berhasil membuat pertunjukkan Tari Kecak di Pantai Berawa dengan penari sebanyak 5555 orang yang melibatkan siswi dan siswa kabupaten badung,Bali.



    BalasHapus
  17. LAPORAN HASIL OBSERVASI
    “GAMELAN”

    Gamelan (Carakan: ꦒꦩꦼꦭ꧀ꦭꦤ꧀ ) adalah himpunan alat musik yang biasanya menonjolkan demung, saron, peking, gambang, kendang, gong, dan lain lain. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa Gamel yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Daerah yg menggunakan gamelan adalah Jawa tengah, Bali, Jawa timur
    Itu yang paling banyak gamelan.
    Pada zaman majapahit dan demak sekitar abad ke 14 Gamelan berfungsi untuk mengiringi wayang yang digunakan untuk keagamaan. Bagi masyarakat Jawa gamelan memiliki fungsi estetika yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial, moral dan spiritual. Oleh karena itu Kita harus bangga memiliki alat kesenian tradisional gamelan. Keagungan gamelan sudah jelas ada. Duniapun mengakui bahwa gamelan adalah alat musik tradisional timur yang dapat mengimbangi alat musik Barat yang serba besar. Di dalam suasana bagaimanapun suara gamelan mendapat tempat di hati masyarakat. Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 -15 pesinden dan atau gerong (Sumarto & SriSuyuti, 1978). Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Sedangkan bentuknya berupa bilah-bilah ataupun canang-canang dalam berbagai ukuran dengan atau tanpa dilengkapi sebuah wadah gema (resonator). Alat-alat lainnya berupa kendang, sebuah alat gesek yang disebut rebab, kemudian gambang yaitu sejenis xylophon dengan bilah-bilahnya dari kayu, dan alat berdawai kawat yang dipetik bernama siter atau celempung.
    Fungsi Gamelan secara umum adalah sebagai iring-iringan tari, iring-iringan upacara adat, pagelaran seni, iringan wayang, alat musik, iring-iringan pernikahan.Gamelan hanya dimainkan pada kesempatan tertentu seperti upacara agama upacara, perayaan masyarakat khusus, pertunjukan wayang, dan untuk keluarga yang raja. Gamelan umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang atau pada acara-acara resmi seperti upacara keraton, pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan hanya digunakan mayoritas masyarakat di pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, dan juga masyarakat di Bali.
    Gamelan memiliki beberapa fungsi bisa untuk pendidikan, alat komunikasi, ritual keagamaan, seni, dan lain lain.


    DEDY_XIPS_18


    BalasHapus
  18. Nama : Roberto Bayu Aji Gautama
    Kls/No: X IPS/20
    Suku Dayak1. Pakaina Adat












    Pakaian adat yang dikenakan dibagi menjadi 2, yakni pakaian adat untuk kaum laki-laki dan pakaian adat untuk kaum perempuan. Untuk kaum laki-laki, pakaian adatnya dinamakan sapei sadaq.
    Ciri-cirinya yakni memakai ikat kepala yang terbuat dari pandan, dan umumnya digunakan oleh kalangan orang tua. Atasan yang dikenakan yakni berupa baju rompi dan bawahannya berupa cawat atau yang disebut dengan abet kaoq, serta mandau yang mereka ikat pada bagian pinggang.
    Sementara untuk pakaian wanita dinamakan dengan Ta’a. Pakaian ini bermotif tidak jauh berbeda dengan pakaian adat laki-laki. Yang membedakan hanyalah atasan baju mereka yang disebut dengan sapei inoq dan bawahannya yang berupa rok. Untuk perempuan, seluruh pakaiannya dihiasi dengan berbagai manik-manik yang cantik.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Nama: Hansen
    Kls/no:xips/9
    Suku rejang


    Baju adat suku rejang d bagi 2 yaitu yg d gunakan cewek,cowok suku rejang punya: lagu daerah yaitu:lalan bebek
    Bhs daerah:Melayu,rejang,Lebong,dll
    Senjata adat:keris
    Tari:andum
    suku rejang tinggal di Bengkulu dan ciri pakaiannya yg cowok menggunakan celana yg seperti sarung dengan motif dan ikat kepala yg seperti topi dengan corak dengan membawa keris. sedangkan yg cewek pakai baju adat dgn penuh corak batik dan memakai perhiasan d tubuhnya.

    BalasHapus
  21. LAPORAN HASIL OBSERVASI
    TARI KECAK

    Nama =Timotius I Made ronaldito

    Kls =XIPS

    No =26

    Tari kecak merupakan Salah satu jenis tari tradisional dari bali yang sangat memukau para penonton. Keunikan dari gerakan serta kemistikan dalam pertunjukan membuat tarian ini sangat istimewa bagi kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang menyaksikannya saat menyambangi Pulau Bali. Tak heran jika tarian yang diciptakan oleh Wayan Limbak ini sangat terkenal hingga ke mancanegara.
    Pengertian

    Tari kecak adalah salah satu jenis kesenian tradisional dari Bali yang diciptakan pada kisaran tahun 1930 oleh seorang penari sekaligus seniman dari Bali yakni Wayan Limbak. Sebagai seorang seniman tentu saja Wayan Limbak sangat akrab dengan para seniman lain, sebut saja Walter Spies yang merupakan seorang pelukis dari negara Jerman merupakan salah satu teman akrab Wayan Limbak. Kedua sahabat inilah yang menjadi pencetus tari kecak yang sangat terkenal hingga saat ini.
    Tarian yang kerap dimainkan oleh laki-laki ini kini menjadi salah satu icon kebudayaan Bali yang cukup mendapat sanjungan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bali.
    Meskipun gerakan yang dilakukan oleh para penari tergolong sangat sederhana, namun pembawaan para penari yang berjumlah cukup banyak mulai dari puluhan hingga ribuan orang membuat gerakan yang dimainkan tergolong sangat unik dan menarik.

    Pementasan dan pertunjukan tari tradisional dari bali ini dapat dengan mudah kita saksikan di beberapa wilayah Bali seperti Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana, Ubud, dan Gianyar Bali.

    Ekspresi para penari nan memukau membuat para penonton tercengang akan penampilan mereka. Di lain sisi musik pengiring hampir tidak ada, hanya suara dan lantunan kata-kata yang berbunyi “cak-cak-cak-cak” terdengar dalam mengiringi gerakan tarian.

    Jika kita dapat menyaksikan tari kecak dari awal hingga akhir, maka kita akan memahami mengenai alur cerita yang disajikan dari gerakan-gerakan pementasan oleh para penari.

    Antusias masyarakat Bali akan keberlangsungan dan kelestarian kesenian tradisional membuat banyak orang belajar dan tertarik untuk melakukan tarian yang diciptakan oleh Wayan Limbak ini. Tak heran jika hampir semua pemuda bali khususnya para laki-laki mampu melakukan gerakan tarian ini dengan cara duduk melingkar. Para penari mengenakan pakaian khas bercorak kotak-kotak hitam putih mirip dengan papan catur.

    Dari tahun 1970 tari kecak terus mengalami peningkatan, bahkan pemerintah daerah setempat menjadikan tari ini sebagai icon budaya masyarakat Bali.
    Sejarah dan Perkembangan

    Tari kecak merupakan tarian yang dicetuskan dan diciptakan oleh seniman asal Bali yakni Wayan Limbak dan seorang sahabatnya dari Jerman. Pada awal kemunculan nya jenis tari ini tercipta secara tidak sengaja yang diambil dari sebuah tarian adat pemujaan yang dikenal dengan sebutan Shangyang. Sanghyang adalah jenis tarian tradisional Bali yang dilakukan dalam upacara religi seperti menolak bala serta mengusir suatu wabah penyakit.

    Dari sebuah pementasan Sanghyang inilah kemudian Wayang Limbak bersama Walter Spies berinovasi menciptakan sebuah gerakan tari sebagai salah satu wujud kecintaan mereka terhadap budaya dan kesenian Bali.

    Salah satu jenis kesenian tari ini disajikan oleh para penari yang duduk melingkar serta mengucapkan kata “cak-cak-cak-cak” secara serentak, karena ini pula tarian ini diberi nama dengan sebutan “tari kecak”. Gerakan tangan yang disajikan dalam pertunjukan sebenarnya mengisahkan sebuah cerita Ramayana yakni pada peristiwa Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Hingga akhir pertunjukan biasanya tari ini menyajikan kisah pembebasan Dewi Sintha dari tangan Rahwana.

    Guna mendukung cerita yang disajikan maka dalam pertunjukan tari tradisional Bali juga harus terdapat beberapa tokoh yang memerankan peran utama sebagai Hanoman, Sugriwa, Dewi Shinta, Rhama, dan Rahwana.

    BalasHapus
  22. Laporan Hasil Observasi

    Tarian tradisional tor tor





    Nama: Kelvin p

    Kls/no :Xips/11.



    Ketika kita dengar kata “Tor Tor Batak” maka kita akan membayangkan sekelompok orang (Batak Toba) yang menari (manortor) diiringi seperangkat alat musik tradisional (gondang sabangunan), dengan gerakan tari yang riang gembira, melenggak-lenggok yang monoton, yang diadakan pada sebuah pesta suka maupun duka di wilayah Tapanuli. Tari Tor Tor ini juga sangat terkenal sampai ke penjuru dunia, ini terbukti dari banyaknya turis manca negara maupun lokal yang ingin belajar tarian ini, hal ini dikarenakan masyarakat Batak yang pergi merantau pun dengan bangga selalu menampilkan Tari Tor Tor Sumatera Utara ini dalam acara perhelatannya.

    Tor-tor Pangurason : Sebuah tari pembersihan yang biasa dilaksanakan pada acara pesta besar. Menariknya, sebelum pesta tersebut dilaksanakan, lokasi yang akan digunakan harus dibersihkan menggunakan jeruk purut. Pembersihan ini diperuntukkan agar saat pesta besar tersebut berlangsung tidak ada musibah yang terjadi.
    Tor-tor Sipitu Cawan : Disebut juga Tari Tujuh Cawan. Tari ini dilaksanakan pada saat acara pengangkatan raja. Mengisahkan 7 putri khayangan yang turun ke bumi untuk mandi di Gunung Pusuk Buhit dan pada saat itu juga Pisau Tujuh Sarung (Piso Sipitu Sasarung) datang.
    Tor-tor Tunggal Panaluan : Sebuah budaya ritual yang digelar ketika suatu desa sedang dilanda musibah. Tor-tor jenis ini di tarikan oleh para dukun sebagai upaya untuk mendapatkan petunjuk dalam mengatasi musibah yang sedang melanda
    Tari tortor sebagai media komunikasi
    Diiringi oleh musik gondang
    Permintaan khusus hasuhutan pada penabuh gondang sebelum musik gondang dimainkan

    “Alualuhon ma jolo tu ompungta Debata Mulajadi Nabolon, na Jumadihon nasa na adong, na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion.”
    “Alualuhon ma muse tu sumangot ni ompungta sijolojolo tubu, sumangot ni ompungta paisada, ompungta paidua, sahat tu papituhon.”
    ‘”Alualuhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo.”
    Setiap penari tor tor harus mengenakan ulos
    Pantangan saat mentortor


    2. Jenis-jenis Tari Tor-tor





    Tari Tor Tor merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari suku Batak di Pulau Sumatera. Sejak sekitar abad ke-13, Tari Tor Tor sudah menjadi budaya suku Batak. Perkiraan tersebut dikemukakan oleh mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973-2010 dan pakar Tari Tor Tor. Dulunya, tradisi Tor Tor hanya ada dalam kehidupan masyarakat suku Batak yang berada di kawasan Samosir, kawasan Toba dan sebagian kawasan Humbang. Namun, setelah masukknya Kristen di kawasan Silindung, budaya ini dikenal dengan budaya menyanyi dan tarian modern. Di kawasan Pahae dikenal dengan tarian gembira dan lagu berpantun yang disebut tumba atau juga biasa disebut Pahae do mula ni tumba.

    Sebelumnya, tarian ini biasa digunakan pada upacara ritual yang dilakukan oleh beberapa patung yang terbuat dari batu yang sudah dimasuki roh, kemudian patung batu tersebut akan “menari”.

    BalasHapus
  23. Baju Pangsi

    Baju Pangsi merupakan baju tradisional yang berasal dari suku Sunda atau Jawa Barat. Baju Pangsi biasanya berwarna hitam hitam yang dipakai oleh kaum pria. Baju Pangsi sudah menjadi warisan budaya dari para leluruh suku Sunda. Karuhun percaya bahwa dalam setiap bentuk dan jahitan, pangsi Sunda punya makna tersirat. Pangsi itu singkatan dari Pangeusi Numpang ka Sisi" yakni pakaian penutup badan yang cara pemakaiannya dibelitkan dengan cara menumpang seperti memakai sarung. Pangsi terdiri dari tiga susunan yakni "Nangtung, Tangtung, Samping. Banyak orang yang menyebut baju koko atau komprang dengan istilah pangsi karena warnanya hitam padahal sebenarnya desainnya sangat berbeda. Pada zaman sekarang sudah jarang anak muda yang menggunakan baju Pangsi. Namun, sebagian sekolah baik tingkat SD,SMP,SMA sudah mewajibkan di satu hari menggunakan baju Pangsi. Pemakaiannya menggunakan ikat di kepala dan celana yang tidak melebihi mata kaki. Penggunaan alas kaki juga biasanya menggunakan sandal kayu.








    Orang-orang sekarang menggunakan pangsi sudah tidak terlalu memerhatikan filosofi dari baju nya itu sendiri. Tetapi para tetua dari sunda tidak mempermasalkan hal itu yang penting anak muda mulai mau menggunakan terlebih dahulu baju Pangsi tersebut. Baru setelah itu mereka harus mengetahui filosofi dari baju tersebut. Ada juga makna mengenai silih asah, silih asih, silih asuh dalam jahitan beungkeut yang menghubungkan badan dengan tangan. Belum ada catatan dan dokumen khusus mengenai keabsahan filosofi pangsi Sunda karena diwariskan secara turun-temurun. Itu sebabnya banyak orang berpendapat bahwa filosofi pangsi Sunda hanya sekedar kirata (dikira-kira tapi nyata). Tidak ada salahnya memakai baju Pangsi bagi anak muda seharusnya memiliki rasa bangga karena Indonesia mempunyai banyak sekali suku dan budaya.

    Dengan demikian semoga baju adat di Indonesia tetap terlestarikan oleh anak bangsanya sendiri. Bukan oleh bangsa lain yang melestarikan baju adat di Indonesia. Apalagi mengklaim budaya yang ada di Indonesia. adalah milik mereka. Jadi marilah kita mulai dari diri sendiri untuk melestarikan budaya yang kita miliki. Terutama baju Pangsi Kebanggaan Jawa Barat.

    BalasHapus
  24. blog elto:eltosanyoto1990
    GAMELAN ALAT MUSIK TRADISIONAL JAWA TENGAH


    Gamelan adalah alat music tradisional dari jawa tengah. Gamelan terdiri dari berbagai alat music jawa, ada alat music yang bernama kendang,gong,saron,bonang,dll.alat music ini sering dimainkan bersamaan dengan nada yang berbeda-beda hingga menimbulkan suara yang bagus dan enak di dengarkan.
    Gamelan itu sendiri kebanyakan ada isinya atau sering disebut ada penunggunya.kadang gamelan itu harus di tutupi kain.
    Ada banyak alat musik tradisional dari Jawa Tengah yang hingga sekarang ini masihlah dimainkan serta dilestarikan. Kesenian bakal budaya tradisional memanglah telah semestinya dilestarikan di dalam perubahan tehnologi yang makin maju
    Kendang
    Kendang atau dimaksud dengan gendang adalah satu diantara alat musik tradisional Jawa Tengah yang langkah memainkannya lewat cara dipukul dengan memakai telapak tangan. Kendang atau gendang terbuat dari kayu cempedak, kayu nangka, atau di buat dari kayu kelapa. Sedang untuk kulit umumnya di buat dari kulit kerbau atau kulit kambing. Mengenai manfaat kendang ini yaitu untuk menemani dan mengatur irama lagu pada seni gamelan.
    Bonang
    Alat musik tradisional Jawa Tengah yang ke-2 yaitu Bonang. Bonang adalah alat musik tradisional yang langkah mainkannya lewat cara dipukul dengan memakai pemukul spesial untuk boning. Alat musik ini terbuat berbahan besi, kuningan, serta perunggu. Bonang dibedakan jadi dua yaitu bonang barung dan bonang penerus. Untuk bonang barung sendiri mempunyai ukuran semakin besar dengan oktaf tengah hingga tnggi. Sesaat untuk bonang penerus mempunyai ukuran lebih kecil serta langkah memainkannya mempunyai kecepatan 2 kali lebih di banding dengan bonang barung.
    Gong
    Tak komplit bila tak memasukkan gong. Alat musik tradisional Jawa Tengah ini terbuat dari tembaga serta timah yang dimainkan lewat cara dipukul. Didalam gamelan gang bertindak cukup utama supaya terwujudnya kombinasi alat musik untuk menemani tembang yang dimainkan.

    Saron
    Nama lain dari alat musik tradisional Jawa Tengah ini yaitu ricik. Ini adalah instrumen gamelan yang masuk dalam keluarga balungan. Alat musik ini dimainkan lewat cara dipukul. Saron terbuat berbahan logam sedang alat pukulnya terbuat berbahan kayu. Untuk memainkan alat tradisional ini mesti sesuai dengan suara, lewat cara menabuh bertukaran pada saron 1 serta saron 2. Cepat lambatnya penabuhan bergantung dari komando kendang dan type gendhingnya. Dalam memainkan alat musik ini, tangan kanan memukul logam atau wilahan serta tangan kiri memencet wilahan untuk menyingkirkan dengungan. Tehnik itu dimaksud dengan memathet.

    BalasHapus
  25. blog:bandung205.blogspot.com
    Angklung musik tradisional jawa barat
    Anklung adalah musik tradisional yang berasal dari jawa barat, dengan cara di getarkan. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi..Alat musik dibuat mengunakan bambu.Alaat musik ini berbunyi akibat benturan pipa bambu.Biasa nya alat musik ini berwarna coklat.Alat musik ini banyak jenis-jenis nya seperti angkulung toel,angklung guncis,Angklung gebrag lonjor,dan masih banyak lagi.
    iap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
    Di antara fungsi angklung yang dikenal oleh masyarakat Sunda sejak masa kerajaan Sunda adalah sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah hindia belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak pada waktu itu.
    Selanjutnya, lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana, dan kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan Seren Taun dipersembahkan permainan angklung. Pada penyajian angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong, Dongdang, dan Jampana (usungan pangan) juga sebagainya.
    Angklung musik tradisional jawa barat
    Anklung adalah musik tradisional yang berasal dari jawa barat, dengan cara di getarkan. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi..Alat musik dibuat mengunakan bambu.Alaat musik ini berbunyi akibat benturan pipa bambu.Biasa nya alat musik ini berwarna coklat.Alat musik ini banyak jenis-jenis nya seperti angkulung toel,angklung guncis,Angklung gebrag lonjor,dan masih banyak lagi.
    iap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
    Di antara fungsi angklung yang dikenal oleh masyarakat Sunda sejak masa kerajaan Sunda adalah sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah hindia belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak pada waktu itu.
    Selanjutnya, lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana, dan kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan Seren Taun dipersembahkan permainan angklung. Pada penyajian angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong, Dongdang, dan Jampana (usungan pangan) juga sebagainya.

    BalasHapus
  26. Blog : devanosaputramahendrasatriahokyahokya.blogspot.com
    Maaf bu terlambat wong gatau kalo harus comment tapi aku udau buat lama oke
    .
    .
    -SENI TARI-



    Tari tradisional adalah suatu tarian yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu yang dianut secara turun- temurun oleh masyarakatnya. Tari tradisional umumnya memiliki nilai historis yang tinggi, pedoman yang luas, dan berpijak pada adaptasi adat istiadat lingkungan sekitar tempat tumbuhnya. Tari tradisional dibagi menjadi 3, yaitu tari rakyat,tari klasik, dan tari kreasi baru.

    Tari rakyat adalah jenis tari tradisional yang lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang sejak zaman primitif, dan diturunkan secara turun- temurun sampai sekarang. Tari rakyat atau juga dikenal dengan sebutan tari folklasik umumnya memiliki beberapa ciri khas antara lain kental dengan nuansa sosial, merujuk pada adat dan kebiasaan masyarakat, serta memiliki gerak, rias, dan kostum yang sederhana. Selain itu, faktor alam serta lingkungan dan agama/kepercayaan, sangat berpengaruh terhadap bentuk-bentuk seni tarinya. Sehingga tari tradisional kerakyatan sangat beraneka ragam sesuai dengan kondisi rakyat, alam dan agama/kepercayaannya.





    Nama : Devano Saputra

    No : 05

    Kelas .: X IPS 1



    BalasHapus
  27. Bu ralat blog e saya ganti nama menjadi devanosangadcogan.blogspot.com

    BalasHapus
  28. Depo 20ribu bisa menang puluhan juta rupiah
    mampir di website ternama I O N Q Q
    paling diminati di Indonesia,
    di sini kami menyediakan 5 permainan dalam 1 aplikasi
    ~bandar poker
    ~bandar-q
    ~domino99
    ~poker
    ~bandar66
    segera daftar dan bergabung bersama kami.Smile
    Whatshapp : +85515373217

    BalasHapus

KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

  CAMPUR KODE DALAM VIDEO HELMY YAHYA BICARA  Oleh: Christina Fitri Puji Wahyuningsih/ NPM 22520026 Pendahuluan Sosiolinguistik    a...